Kebakaran di Dekat SPBU Sarampu, Toyota Kijang Tangki Modifikasi Dilalap Api

Mobil Kijang pengangkatut BBM Subsidi terbakar di BTN Samping SPBU Sarampu.

IKWASA • POLMAN - Aktivitas bongkar muat bahan bakar minyak (BBM) subsidi di Desa Kaujang, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, diduga memicu kebakaran hebat yang melibatkan sebuah mobil Toyota Kijang dengan tangki modifikasi di BTN dekat SPBU Sarampu, Sabtu (18/7/2026) malam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran terjadi sekitar pukul 02.00 Wita di kawasan yang berada tidak jauh dari SPBU Sarampu. Api diduga pertama kali muncul dari mobil Toyota Kijang yang digunakan untuk menampung BBM dalam jumlah besar.

Percikan api dengan cepat menyambar bahan bakar di sekitar kendaraan hingga teras rumah di BTN tersebut. Besarnya volume BBM membuat kobaran api membesar dalam hitungan menit dan memunculkan kepulan asap hitam pekat sebelum merambat ke bangunan di sekitarnya.

BACA JUGA : 

BPJS Ketenagakerjaan Wajo Dalam Pusaran Sorotan, Ahli Waris Pertanyakan Klaim JKM yang Belum Cair Sejak Tahun 2024

Sejarah Peradaban Wajo yang Terlupakan dan Berdirinya Ikwasa

Kepala UPTD Pemadam Kebakaran Kabupaten Polewali Mandar, Imran, mengatakan pihaknya langsung menerjunkan personel setelah menerima laporan dari warga.

“Untuk menjinakkan api, kami menurunkan tiga unit armada pemadam dari pos induk beserta 12 personel ke lokasi,” kata Imran saat dikonfirmasi IKWASA, Minggu (19/7/2026).

Menurutnya, proses pemadaman menghadapi kendala serius lantaran banyaknya bahan bakar yang berada di lokasi kejadian. Kondisi tersebut membuat api sulit dikendalikan dan memperbesar risiko bagi petugas.

“Kami sempat mengalami kendala serius di lapangan dan menyulitkan proses pemadaman mengingat banyaknya volume BBM di sekitar lokasi kejadian yang dipicu dari mobil Kijang tangki modifikasi tersebut,” ujarnya.

Imran menjelaskan, tiga tangki mobil pemadam bahkan sempat kehabisan air saat proses pemadaman berlangsung. Petugas kemudian mengambil langkah darurat dengan menggunakan pasir dan batu untuk membantu memadamkan api.

“Air di tiga tangki mobil pemadam habis sehingga kami mengambil inisiatif melakukan penyemprotan manual dengan menggunakan pasir dan batu,” jelasnya.

Setelah berjibaku selama kurang lebih satu jam, petugas akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api. Hingga kini, pihak pemadam belum dapat memastikan jenis BBM yang diangkut, apakah Pertalite atau Solar, termasuk asal distribusinya.

“Belum bisa dipastikan apakah BBM tersebut berasal dari SPBU Polewali atau SPBU Sarampu,” tambah Imran.

Di sisi lain, warga setempat menyebut lokasi tersebut kerap digunakan sebagai tempat bongkar muat BBM subsidi. Dugaan adanya aktivitas penimbunan dan distribusi ilegal pun menjadi sorotan menyusul terbakarnya kendaraan tangki modifikasi tersebut.

BACA JUGA : 

Bupati Wajo Hadiri HUT ke-67 Maros, Andi Rosman Kembali ke Daerah Tempat Mengabdi Selama Tiga Dekade

Bupati Wajo Hadiri Pembukaan Porsenijar PGRI se- Sulsel di Kabupaten Sidrap

Peristiwa ini kembali menyoroti lemahnya pengawasan terhadap peredaran BBM subsidi di wilayah Polewali Mandar. Aparat penegak hukum dan instansi terkait didesak segera mengusut asal-usul BBM serta legalitas aktivitas bongkar muat yang diduga berlangsung di kawasan tersebut.

Menanggapi meningkatnya kasus kebakaran dalam beberapa waktu terakhir, Damkar Polewali Mandar mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama selama musim kemarau.

“Kami minta warga selalu berhati-hati di musim kemarau, menghindari membakar sampah sembarangan, serta memperhatikan kondisi kompor dan instalasi listrik di rumah,” pungkas Imran.

Lebih baru Lebih lama

Iklan Utama



Iklan Premium