WAJO — Di balik papan catur yang hanya memiliki 64 petak, tersimpan strategi, ketelitian, disiplin, dan mental bertanding. Di dunia itu, nama MN Abd Azis bukanlah sosok baru.
Pecatur bergelar Master Nasional (MN) tersebut kini menjadi salah satu andalan Percasi Wajo untuk menghadapi ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulsel 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang.
Tak hanya dipersiapkan untuk Porprov, Abd Azis juga akan kembali membawa nama Sulawesi Selatan, khususnya Kabupaten Wajo, di panggung kompetisi tingkat nasional.
Pada 12 Oktober 2026, ia dijadwalkan tampil pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur di Banten. Ajang tersebut menjadi kesempatan bagi Abd Azis untuk kembali menguji kemampuan sekaligus mempersembahkan prestasi bagi daerah yang kini diperkuatnya.
Empat Medali Emas
Rekam jejak prestasi Abd Azis menjadi salah satu alasan Percasi Wajo menaruh kepercayaan besar kepadanya.
Dalam perjalanan kariernya di dunia catur, ia telah mengoleksi empat medali emas, masing-masing dari nomor catur cepat perorangan, catur klasik perorangan, catur beregu klasik, dan catur beregu cepat.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa kemampuan Abd Azis tidak hanya teruji dalam satu nomor pertandingan, tetapi juga dalam berbagai format kompetisi.
Baginya, kerja keras, disiplin, serta kecintaan terhadap catur menjadi modal utama dalam mengejar prestasi.
"Kerja keras, disiplin, dan kecintaan pada catur mengantarkan pada prestasi yang membanggakan," demikian prinsip yang menjadi pegangan Abd Azis dalam menjalani kariernya sebagai pecatur.
Bergelar Master Nasional
Gelar Master Nasional (MN) yang disandang Abd Azis bukanlah gelar yang diperoleh secara instan. Gelar tersebut diraih melalui perjalanan kompetitif dan keikutsertaannya dalam kejuaraan catur resmi berskala nasional yang diakui PB PERCASI, dengan memenuhi persyaratan rating nasional yang ditetapkan.
Pengalaman panjang tersebut membuat Abd Azis memiliki modal penting untuk menghadapi pertandingan dengan tekanan tinggi.
Sebelum memperkuat Kabupaten Wajo, Abd Azis tercatat pernah membawa nama Provinsi Sulawesi Tengah dan aktif mengikuti berbagai kompetisi di wilayah Morowali dan Palu.
Kini, pengalaman tersebut menjadi bagian dari kekuatan Percasi Wajo dalam mempersiapkan diri menghadapi Porprov Sulsel 2026.
Jadi Andalan Percasi Wajo
Ketua Percasi Wajo, Herman Arif, yang akrab disapa Bimbim, menaruh harapan besar terhadap kehadiran Abd Azis dalam skuad Wajo.
Menurutnya, pengalaman dan kualitas Abd Azis diharapkan mampu memberikan kontribusi positif sekaligus mengangkat nama Wajo di tingkat provinsi maupun nasional.
"Beliau membawa nama Sulsel dan sekarang bermain untuk Wajo. Kami berharap beliau bisa memberikan prestasi dan mengharumkan nama daerah," ujar Bimbim.
Bagi Percasi Wajo, kehadiran MN Abd Azis bukan sekadar menambah kekuatan tim. Pengalamannya juga diharapkan menjadi modal pembelajaran bagi para pecatur muda Wajo.
Sosok Abd Azis diharapkan mampu menjadi mentor sekaligus pemantik semangat bagi generasi muda catur Wajo agar semakin percaya diri menghadapi persaingan di level yang lebih tinggi.
Dengan pengalaman, prestasi, serta statusnya sebagai Master Nasional, Percasi Wajo optimistis Abd Azis mampu memberikan penampilan terbaik pada Kejurnas di Banten maupun Porprov Sulsel 2026.
Kini, publik Wajo tinggal menanti bagaimana setiap langkah bidak dan strategi yang dimainkan sang Master Nasional tersebut mampu mengantarkan prestasi sekaligus mengharumkan nama Bumi Lamaddukelleng di panggung catur Sulawesi Selatan dan nasional.



