WAJO – Andi Mappatoto semakin memantapkan langkah untuk maju sebagai bakal calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Wajo pada Konferensi Kabupaten (Konferkab) mendatang. Keseriusannya mengikuti kontestasi kepemimpinan organisasi wartawan tersebut ditandai dengan keberhasilannya meraih predikat kompeten dalam Uji Kompetensi Wartawan (UKW) jenjang Madya.
Predikat tersebut diraih setelah Andi Mappatoto menjalani serangkaian pengujian selama kurang lebih 10 jam di hadapan tim penguji. Dalam proses tersebut, ia diuji terkait kemampuan, ketelitian, serta profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik hingga akhirnya dinyatakan memenuhi standar kompetensi wartawan jenjang Madya.
Kelulusan UKW Madya ini menjadi modal penting bagi Andi Mappatoto untuk melangkah dalam kontestasi kepemimpinan PWI Wajo. Selain menjadi pengakuan atas kapasitas profesionalnya sebagai wartawan, capaian tersebut juga memperkuat kesiapannya mengambil bagian dalam membangun organisasi kewartawanan di Kabupaten Wajo.
Andi Mappatoto menegaskan, keinginannya maju sebagai calon Ketua PWI bukan semata-mata untuk mengejar jabatan, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab dan pengabdian terhadap profesi serta organisasi.
“Bagi saya, menjadi Ketua PWI bukan sekadar soal jabatan atau posisi, melainkan tentang tanggung jawab, pengabdian, dan keberanian membawa organisasi ke arah yang lebih baik. Kompetensi adalah bekal, integritas adalah fondasi, sedangkan keberpihakan terhadap profesionalisme dan marwah pers harus menjadi komitmen yang tidak bisa ditawar,” tegas Andi Mappatoto.
Menurutnya, PWI harus menjadi rumah bersama bagi seluruh wartawan, sekaligus wadah untuk meningkatkan profesionalisme, memperkuat solidaritas, dan mengembangkan pemikiran kritis yang tetap berlandaskan etika jurnalistik.
Ia juga menilai, kekuatan organisasi tidak dibangun melalui persaingan yang saling menjatuhkan, tetapi melalui gagasan, keteladanan, dan kerja nyata.
“Organisasi yang kuat bukan dibangun dengan saling menjatuhkan, melainkan melalui gagasan, keteladanan, dan kerja nyata. Perbedaan pilihan dalam konferensi adalah hal yang wajar, tetapi persaudaraan dan kehormatan profesi harus tetap menjadi yang utama. Jika diberi kepercayaan, saya ingin mengambil bagian dalam membangun PWI Wajo yang lebih solid, bermartabat, dan mampu menjawab tantangan zaman,” katanya.
Kontestasi dalam Konferkab PWI Wajo mendatang dipandang menjadi momentum penting untuk menentukan arah dan masa depan organisasi kewartawanan di daerah tersebut.
Melalui pencalonannya, Andi Mappatoto berharap dapat ikut mendorong penguatan profesionalisme wartawan, menjaga marwah pers, mempererat solidaritas antarinsan pers, serta menciptakan ekosistem jurnalistik yang berintegritas dan bertanggung jawab.
Baginya, kompetensi merupakan bekal untuk menjalankan profesi, sementara integritas dan komitmen menjadi landasan utama dalam membangun organisasi yang lebih baik.
PENULIS:(AC)



