Sengkang – Musim kemarau panjang kian mencekik Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Memasuki hari keenam masa tanggap darurat, krisis air bersih dilaporkan telah meluas ke 10 kecamatan yang mencakup 44 kelurahan dan desa. Guna menyelamatkan warga dari ancaman dehidrasi dan kelangkaan kebutuhan dasar, Tim Terpadu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wajo terus bergerak spartan menyalurkan bantuan.
Data terbaru hingga Senin (14/9/2026) mencatat, total air bersih yang telah digelontorkan ke pemukiman warga kini menembus angka 372.000 liter.
Koordinator Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Wajo, Rismawan, menegaskan bahwa dampak kekeringan tahun ini tergolong masif. "Hingga hari keenam pergerakan tim terpadu di lapangan, kami mencatat total penerima distribusi air bersih sudah menyentuh angka 3.520 Kepala Keluarga (KK) atau setara dengan 10.647 jiwa," ujarnya dari posko utama.
Gideonnews.com memantau, armada tempur BPBD dikerahkan habis-habisan dalam operasi kemanusiaan ini. Pada pergerakan harian Senin saja, sebanyak 14 unit mobil tangki diterjunkan ke titik-titik kritis. Mereka menyuplai 66.000 liter air bersih untuk 729 KK (1.752 jiwa), mengaliri 628 rumah warga, serta satu fasilitas ibadah.
Gideonnews.com memantau, armada tempur BPBD dikerahkan habis-habisan dalam operasi kemanusiaan ini. Pada pergerakan harian Senin saja, sebanyak 14 unit mobil tangki diterjunkan ke titik-titik kritis. Mereka menyuplai 66.000 liter air bersih untuk 729 KK (1.752 jiwa), mengaliri 628 rumah warga, serta satu fasilitas ibadah.
Ada lima kecamatan yang menjadi prioritas utama pasokan harian tersebut:
- Kecamatan Penrang: Meliputi Kelurahan Doping, Desa Walanga, Desa Makmur/Raddae, Desa Temmabarang, dan Desa Padaelo.
- Kecamatan Pammana: Menyasar Desa Lapaukke dan Desa Lagosi.
- Kecamatan Pitumpanua: Kelurahan Benteng dan Kelurahan Tobarakka.
- Kecamatan Gilireng: Desa Polewalie dan Desa Poleonro.
- Kecamatan Tempe: Kelurahan Bulapabbulu dan Kelurahan Mattirotappareng.
Pemerintah Kabupaten Wajo bersama BPBD berkomitmen tidak akan menarik pasukan dari lapangan sebelum seluruh wilayah kritis terakomodasi secara merata selama masa tanggap darurat ini berlangsung.
Bagi masyarakat Kabupaten Wajo yang wilayahnya belum tersentuh bantuan dan mendesak membutuhkan pasokan air bersih, BPBD Wajo membuka jalur koordinasi kedaruratan secara terbuka. Warga dapat melayangkan permohonan resmi melalui pos-el di bpbd@wajokab.go.id atau mengirimkan pesan langsung via aplikasi WhatsApp ke nomor 085162923303




